
Awan gelap sepertinya terus menaungi Nokia, karena menurut laporan keuangan Nokia terbaru untuk Q1 2012 tercatat perusahaan asal Finlandia masih mengalami kerugian.
Dari data PDF yang dirilis, tercatat Nokia membukukan pendapatan 7,4 milyar Euro (sekitar 88 Triliun Rupiah, turun 30% dari 10,4 Milyar Euro dari kuartal yang sama di tahun 2011.
Dimana secara total Nokia hanya bisa menjual 11,9 juta smartphone atau menurun lebih dari 50% dari sebelumnya yang mencapai 24,9 juta device.
Penurunan penjualan membuat Nokia mengalami total kerugian 1,3 milyar Euro (15,6 Triliun Rupiah), dimana 772 juta Euro diderita akibat restrukturisasi jaringan Nokia Siemens dan 219 juta Euro akibat kerugian operasional smartphone.
| SMART DEVICES RESULTS SUMMARY | |||||
Q1/2012 | Q1/2011 | YoY Change | Q4/2011 | QoQ Change | |
| Net sales (EUR millions)1 | 1 704 | 3 528 | -52% | 2 747 | -38% |
| Smart Devices volume (million units) | 11.9 | 24.2 | -51% | 19.6 | -39% |
| Smart Devices ASP (EUR) | 143 | 146 | -2% | 140 | 2% |
| Gross margin (%) | 15.6% | 28.9% | 19.9% | ||
| Operating expenses (EUR millions)2 | 556 | 834 | -33% | 732 | -24% |
| Contribution margin (%)2 | -18.3% | 5.3% | -7.0% | ||
Penurunan volume penjualan kemungkinan besar disebabkan tergerusnya pasar Nokia terutama di kelas handphone low-end yang sebelumnya sangat memuaskan oleh semakin banyaknya hp Android murah terutama yg berasal dari negara China.
Dari data diatas apakah dapat disimpulkan Nokia akan segera bangkrut ? Belum tentu, karena bisa dibilang saat ini adalah masa transisi bagi Nokia dari yg sebelumnya mengandalkan hp berbasis Symbian berpindah ke Windows Phone dengan produk andalan Nokia Lumia 900.